Jumat, 15 April 2011

FILSAFAT ISLAM


FILSAFAT ISLAM
MAKALAH
Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Akhir dari Mata Kuliah Filsafat Islam

Dosen pembimbing:
Drs. Amiruddin, M.Ag




S1/ SMT II A
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM MIFTAHUL ‘ULA
(STAIM)
NGLAWAK KERTOSONO NGANJUK
2010
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seperti yang telah kita ketahui bersama filsafat islam adalah pemikiran yang lahir dalam dunia Islam untuk menjawab tantangan zaman yang meliputi segala sesuatu yang ada di alam fana dan baka, yang berkaitan dengan fisika, matematika, dan metafisika jembatannya. Al-Qur’an lah yang dijadikan landasan para filosuf Islam untuk menjawabnya. Sehingga dengan adanya jawaban ini, manusia (terutama muslim) akan memeperoleh kebahagiaan yang sempurna baik kebahagiaan didunia maupun kebahagiaan di akhirat.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Fisafat Islam itu?
2. Apa hubungan Filsafat Islam dengan Filsafat yang lain?
3. Apa saja aliran-aliran yang ada dalam Filsafat Islam?
4. Siapa saja tokoh filosof yang ada di dunia Timur dan Barat?

C. Tujuan Pembahasan
1. Mengetahui serta memahami pengetian Filsat Islam
2. Mengetahui serta memahami hubungan Filsafat Islam dengan Filsafat lain
3. Mengetahui serta memahami aliran- aliran dalam Filsafat Islam
4. Mengetahui serta memahami filosof-filosof Islam di dunia Timur dan Barat.



BAB II
PEMBAHASAN



A. Pengertian Filsafat Islam
Menurut Mustofa Abdul Razik, filsafat Islam adalah filsafat yang tumbuh di negeri Islam dan di bawah kekuasaan negara Islam.
Sedangkan menurut Ibrahim Madkur, Filsafat Islam adalah pemikiran yang lahir dalam dunia Islam untuk menjawab tantangan zaman, yang meliputi Allah dan alam semesta, wahyu dan akal, agama dan filsafat.
Sedangkan menurut beberapa filosuf, Filsafat Islam adalah sebagai berikut :
1. Filsafat Islam adalah filsafat yang diajarkan oleh orang Islam.
2. Filsafat Islam adalah suatu ilmu yang dicelup ajaran Islam dalam membahas hakikat kebenaran sesuatu.
3. Filsafat Islam adalah suatu hasil pemikiran para filsuf tentang ketuhanan, kenabian, manusia, dan alam yang disinari ajaran ajaran islam dalam suatu aturan pemikiran yang logis dan sistematis.
4. Filsafat islam adalah filsafat orang Arab.

B. Hubungan Filsafat Islam dengan Filsafat Lain
a. Hubungan Filsafat Islam Dengan Filsafat Yunani
Kedatangan para filosuf Islam yang terpengaruh oleh para filosuf Yunani sangat berguna bagi kita yang hidup di abad 20 ini. Akan tetapi berguru tidak berarti mengekor ataupun mengutip. Filsafat Islam telah mampu menampung dan mempertemukan berbagai aliran pikiran. Seseorang dapat mengemukakan persoalan yang pernah dikemukakan oleh orang lain sambil mengemukakan teorinya sendiri, misalnya Ibnu Sina, meskipun menjadi murid setia Aristoteles, ia mempunyai pemikiran yang berbeda-beda.
Dengan adanya usaha dari kaum muslimin yang menterjemahkan buku-buku filsafat Yunani. Maka mereka telah mendapatkan ilmu baru yang memiliki corak sendiri. Perbedaan pendapat dari berbagai pihak muncul akibat pemikira- pemikiran filsafat. Ada yang menerima dan menolak.
Pada masa Al- Mansur dan Al-Makmun merupaka awal penterjemahan. Umat muslim pada umumnya menerima. Dengan alasan, bahwa filsafat yang diterjemahkan berkisar pada ketuhanan, etika dan ilmu jiwa yang ada hubunganya dengan agama. Masa Al-Asy’ari intelektual melekukan perlawanan. Karena kebenara filsafat Yunani bersifat spekulatif yang mengutamakan teori dan mengabaikan kenyataan. sedangkan Qur’an sebagai landasan filosof Islam, mengungkapkannya secara konkrit.
Para filosof Islam menerima Filsafat Yunani dangan memadukan kedua filsafat tersebut. Cara yang ditempuh: mengulas pemikiran-pemikiran filsafata Yunani, melenyakan keganjalanya, memepertemeukan filsafat yang kontroversi dan memadukan antara filsafat dan agama .
Untuk memadukan antar agama dengan filsafat yaitu: menjelaskan prinsip agama dengan pemikiran yang terurai dan melelui jalan penakwilan. Cara ini merupakan upaya mengadakan perpaduan sinkritisme (percampuran dua agama), tetapi coraknya berbeda.
Pada akhirnya, tidaklah dapat dipungkiri bahwa dunia Islam berhasil membentuk filsafat yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan keadaan masyarakat Islam itu sendiri. Filsafat Yunani sebagi motifator filosuf Islam dalam berfikir kosmos (alam) dari zat pencipta (Allah) yang dijadikan bahan filosuf Islam.
b. Hubungan Filsafat Islam dengan Ilmu-Ilmu Islam
Keunggulan khusus bagi filsafat Islam dalam masalah pembagian cabang-cabangnya adalah mencakup ilmu kedokteran, biologi, kimia, musik ataupun falak yang semuanya menjadi filasafat islam. Dengan demikian filsafat Islam secara khusus memisahkan diri sebagai ilmu mandiri. Berikut ini beberapa hubungan filsafat Islam dengan Ilmu Tasawuf, Ilmu Fiqh, dan Ilmu pengetahuan.
a) Filsafat Islam dengan Ilmu Kalam
Dalam perkembang ilmu-ilmu keislaman, antara filsafat Islam dam Ilmu Kalam dapat dibedakan. Filsafat Islam mengandalkan akal dalam mengkaji obyeknya, yaitu Allah, alam, dan manusia tanpa terikat dengan pendapat yang ada. Nash-nash agama hanya sebagai bukti pembenaran atas hasil temuan akal. Sebaliknya, Ilmu Kalam mengambil dalil akidah yang mutlak kebenarannya, untuk mengkaji obyeknya, yaitu Allah dan sifat-sifatnya, serta hubungan Allah dengan alam, dan manusia menjadikan filasafat sebagai alat untuk membenarkan nash agama.
Oleh karena keduanya menggunakan argumentasi akal, maka pengaruh filsafat Yunani sangat menonnjol terutama dalam filsafat Islam. Walaupun obyek dan metode ilmu ini berbeda, tapi saling melengkapi dalam memahami Islam dan pembentukan akidah muslim.
b) Filsafat dan Tasawuf
Antara filsafat dan tasawuf mempunyai perbedaan yang sangat besar. Yaitu dalam hal pembahasan, metode dan obyeknya. Apabila berbicara filsafat berarti dalam memandang harus menggunakan akal, dan menggunakan metode argumentasi dan logika. Kalau tasawuf dengan jalan mujahadah serta musyahadah.
Filsafat mempunyai obyek bahasan tentang alam dengan segala isinya, manusia dan perilakunya, sikap serta mengenal eksistensi Allah SWT. Dan tasawuf sebagai obyeknya adalah pengenalan dengan Allah SWT, lewat ibadah syariat, ilham, dan intuisi.
Lebih cenderung lagi bahwa filsafat dalam memecahkan masalah menggunakan pemikiran akal, tetapi tasawuf mencoba dengan wakilan batin, perasaan, dan kesederhanaan berpola pikir dan memeandang dengan cara agama. Sehingga dimana masalah ke-Tuhanan sulit dijabarkan melalui metode pemikiran yang didukung oleh realitas yang nampak/logika.
c) Filsafat dan Ushul Fiqh
Dipandang dari sudut terminologi antara ushul fiqh berbeda dengan fisafat. Walaupun perkembangan berikutnya, ushul fiqh juga terpengaruh oleh logika Aristoteles. Hal ini dapat dilihat dalam melakukan istimbath hukum dengan cara qiyas dan silogisme, sebagai salah satu ciri metode berfilsafat. Secara global dapat diketahui sekarang, bahwa antara tasawuf, ilmu kalam, ushul fiqh dapat diidentikan dengan filsafat oleh sebagian orang. Walaupun juga tidak dapat disangkal lagi bahwa filsafat dengan ketiganya jelas berbeda dalam masalah obyek pembahasannya.
Dari ketiga contoh ilmu keislaman yang diutarakan hubungannya dengan Filsafat Islam, tergambar adanya pertautan dan saling mengisi, antara filsafat Islam, disatu pihak dengan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Hal itu terbukti dalam sejarah, para filsuf memadukan unsur-unsur fisafat, ilmu, dan agama menjadi satu kesatuan yang saling mendukung.

C. Aliran-Aliran dalam Filsafat Islam
Didalam filsafat islam terdapat empat aliran-aliran didalamnya, yaitu sebagai berikut:
a. Aliran Syi’ah
Aliran Syi’ah berpendapat bahwa Sayidina Ali merupakan manusia yang utama sehingga ia berhak menjadi kholifah. Dan yang berhak menggantikan Nabi Muhammad adalah keluarganya (ahlu bait) Yaitu Ali bin Abi Tholib dan keturunanya.. Aliran ini muncul akibat permusuhan yang dilakukan Bani Umayyah dan Kaum Khowarij.
b. Aliran Khawarij
Khawarij adalah golongan yang keluar dari kelompok pengikut Ali bin Abi Tholib. Menurut aliran Khowarij seseorang yang melakukan dosa besar dan tidak segera bertaubat maka dapat mengakibatkan kufur. Imam diangkat atas dasar pemilihan. Siapa saja yang muslim, adil, berilmu, dan zuhud dapat dipilih menjadi imam.
c. Aliran Mu’tazilah
Aliran Mu’tazilah adalah para pengikut Wasil Bin Atho’ yang memisahkan diri dari gurunya yaitu Hasan Basri. Menurut aliran Mu’tazilah seseorang yang melakukan dosa besar adalah fasik yakni orang itu tidak mukmin dan tidak kafir.
d. Aliran Al-Asy’ari
Yaitu suatu aliran yang muncul sebagai reaksi terhadap paham teologi islam yang telah mendahuluinya. Imimnya adalah Abu Hasan Al-Asy’ari. Pandangan teologis asy’ari meliputi:


D. Filosof-Filosof Islam di Dunia Islam Timur dan Barat
Filsafat islam berasal dari dua dunia islam, yaitu dunia islam timru dan dunia islam barat. Dibawah ini akan diterangkan filosof islamyang berasal dari dunia islam timur dan dunia islam barat beserta tokoh-tokohnya, yaitu:
a. Filosof Islam Di Dunia Islam Timur
Diantara para filosof-filosof Islam di dunia Islam Timur adalah sebagai berikut:
1) Al-Kindi
Nama lengkapnya Abu Yusuf, Ya’kub Al-Sabah Ibn Kays Al-Kindi (801-873 M). Pokok pemikiran Al-Kindi di bidang metafisika dititik beratkan pada masalah hakikat Tuhan, bukti-bukti, dan sifat Tuhan. Menurut al Kindi Tuhan adalah wujud yang hak, yang bukan asalnya tidak ada menjadi ada, ia selalu mustahil tiada. Al-Kindi mengemukakan tiga jalan untuk membuktikan adanya Tuhan, yaitu:
a. Tidak mungkin ada benda dengan sendirinya, pasti ada yang menciptakan dari ketiadaan yaitu Tuhan.
b. Dalam alam tidak mungkin ada keragaman tanpa keseragaman atau keseragaman tanpa keragaman, ini terjadi bukan kebetulan, tetapi karena satu sebab yaitu Tuhan
c. Kerapian alam tak mungkin terjadi tanpa ada yang merapikan. Yaitu Tuhan.
d. Untuk membuktikan wujud Tuhan, Al-Kindi menggunakan tiga jalan yaitu:
1. Baharunya alam, alam ini baru dan ada permulaan waktunya. Yang menciptakan alam ini adalah sesuatu yang ada dengan sendirinya.
2. Keaneragaman dalam wujud. Keaneragaman disini adalah ada yang menyebabkan, atau sebab yang lebih tinggi, mulia, dan lebih dulu.
3. Kerapian alam, bahwa alam ini tidak mungkin rapi dan teratur kecuali adnya zat yang tidak tampak, yang hanya diketahui dengan bekasNya (illat).
Sedangkan tentang sifat Tuhan, ia mengikuti Mu’tazilah yaitu: ke-Esaan, Yang Maha Tahu, Yang Maha Kuasa, Yang Maha Hidup, dll.
2) Al-Farabi
Nama lengkap dari Al Farabi adalah Abu Nasr Muhammad Al-Farobi (870-950) Ia dilahirkan di kota Farb (turkestan), Tuhan menurut Al-Farabi adalah wujud yang mulia, yang tidak berawal dan tidak beakhir, wujud yang wajib, wujud yang wajib itu merupakan sebab pertama dari segala wujud yang mungkin (mahluk). Al-Farabi membagi wujud menjadi dua bagian yaitu:
a. Wujud yang mumkin, atau yang nyata.
b. Wujud yang nyata dengan sendirinya. Wujud ini dalah wujud yang tabiatnya itu sendiri menghendaki wujudnya. Ia adalah sebab yang pertama bagi semua wujud. Yaitu Tuhan.
Mengenai sifat Tuhan, Al-Farabi mengatakan bahwa sifat Tuhan tidak berbrda dari dzatNya. yaitu Tuhan tunggal, Tuhan benar-benar akal yang murni, menjadi obyek pemikiran dan zat yang Maha Mengetahui tanpa memerlukan sesuatu yang lain untuk dapat mengatahui.
3) Ibn Sina
Nama lengkapnya adalah Abu Ali Husen bin Abdullah bin Hasan bin Ali bin Sina. Ia dilahirkan di desa Afsana. Pemikiran metafisika Ibn Sina bertitik tolak pada pandangan filsafatnya yang membagi tiga hal, yaitu:
a. Penting dalam dirinya sendiri, tidak perlu pada sebab lain untuk kejadianNya, selain dirinya sendiri yaitu Tuhan.
b. Berkehendak pada yang lain, yaitu mahluk yang butuh kepada yang menjadikannya.
c. Mahluk mungkin, bisa ada bisa pula tidak ada.
4) Ar-Razi
Ar-Razi menjadikan lima postulat untuk dijadikan dasar dalam menetapkan wujud alam. Artinya alam ini baru akan terwujud jika lima postulat itu ada. Yaitu:
a. Tuhan, yaitu pencipta segala sesuatu. Kekuasaanya tidak ada yang menyamahi. Ia mengetahui segala sesuatu dengan sempurna.
b. Jiwa Universal. Alam ini diciptaka Tuhan dengan satu tujuan. Semula ia tidak berkehendak untuk menciptakan, kemudian kehendak ada.
c. Benda. Ar-Razi mengatakan, tidak ada di dunia ini sesuatu yang berasal kecuali dari benda lain, maka alam ini dari sesuatu yang lain. Dan sesuatu yang lain adalah benda. Jadi benda itu abadi.
d. Ruang Absolut yaitu tidak menggantungkan wujudnya pada alam.
e. Masa Absolut yaitu perputaran waktu. Sifatnya bergerak dan kekal.
5) Al-Ghozali
Abu Hamid Al-Ghozali (1059M). Ia adalah seorang yang menentang filosof Islam, bahkan mengkafirkan dalam tiga soal yaitu:
1. Qodimnya alam
2. Tuhan tidak mengetahui soal juziyat
3. Pengingkaran terhadap kebangkitan jasmani. Menurut Al-Ghozali akal pikiran itu lemah dan tidak dapat dipercaya. Beribadah (tasawuf) cara yang paling tepat untuk mencapai kebenaran. Ilham adalah sumber yang paling terpercaya.
b. Filosof Islam di Dunia Islam Barat
Diantara para filosof-filosof Islam di dunia barat adalah sebagai berikut:
1. Ibn Rusyd
Abdul Walid Muhammad bin Ahmad ibn Rusyd. Ia adalah seoarang filosof Islam yang dianggap kafir, tersesat dan menyesatkan. karena ia berfikir bahwa Tuhan tidak mengetahui soal juziyat, alam ini azali tidak ada permulaan, bahwa alam ini bergarak sendiri tanpa adanya pimpinan dari Tuhan. Mengenai adanya Tuhan, ia mengemukakan bawa ada dua cara untuk membuktikanya, yaitu: dimulai dari manusia dan tidak alam.
2. Ibn Bajjah
Nama asli Ibnu Bajjah adalah Muhammad Ibn Yahya. Ia dilahirkan di kota Saragust pada abad 11M. Ibn Bajjah adalah seorang filosof yang menolak pendapat Al-Ghozali, yang mengatakan kalau akal ini lemah dan tidak dapat dipercaya. Ibn Bajjah mengatakan bahwa akal sebagai daya berfikir adalah sumber semua pekerjaan manusia dan kebahagiaan dapat kita peroleh ketika kita berpaling dari ketetapan Tuhan.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dari pemaparan diatas, dapat didimpulkan bahwa:
1. Filsafat Islam adalah:
a. Filsafat yang diajarkan oleh tokoh-tokoh Islam dan lahir di negara Islam.
b. Hasil pemikiran filosuf tentang ketuhanan, kenabian, manusia dan alam yang disinari ajaran Islam dalam suatu aturan pemikiran yang logis dan sistematis.
c. Suatu ilmu yang dicelup ajaran Islam dalam membahas tentang hakikat kebenaran segala sesuatu.
2. Hubungan Filsafat Islam dengan Filsafat lain
a. Hubungan dengan Filsafat Yunani
Tidaklah dapat dipungkiri bahwa dunia Islam berhasil membentuk filsafat yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama dan keadaan masyarakat Islam itu sendiri. Filsafat Yunani sebagi motifator filosuf Islam dalam berfikir kosmos (alam) dari zat pencipta (Allah) yang dijadikan bahan filosuf Islam
b. Hubungan Filsafat Islam dengan ilmu-ilmu Islam
Hubungan Filsafat Islam dengan ilmu kalam
Hubungan Filsafat Islam dengan Tasawuf
Hubungan Filsafat Islam dengan fiqih
3. Aliaran- aliran yang ada dalam Filsafat Islam adalah sebagai berikut:
a. Aliran Syi’ah
b. Aliran Khawarij
c. Aliran Mu’tazilah
d. Aliran Al-Asy’ari

4. Filosof- Filosof Islam di Dunia Timur dan dunia islam Barat
Diantara Para filosof di dunia Timur adalah: Al-Kindi; Al-Razi; Al- Farabi; Ibn Sina; Dan Al-Ghozali. Sedangkan para filosof di dunia barat adalah diantaranya: Ibn Rusyd dan Ibn Bajjah


DAFTAR PUSTAKA

Mustofa, A. 1997. Filsafat Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia
Nasution, Hasyimsyah.1999.Filsafat Islam.Jakarta: Gaya Media Pratama.
Sudarsono.2004. Filsafat Islam. Jakarta: Rineka Cipta

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More