Jumat, 15 April 2011

BIMBINGAN MEMBACA KITAB ( BMK )


MAKALAH HAAL DAN TAMYIZ

Disusun untuk Memenuhi Tugas dari Mata Kuliah BMK 2
Yang dibimbing oleh Drs. M. Zuhal Ma’ruf, M.Pd.I

Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul ‘Ula
(STAIM)
Nglawak Kertosono Nganjuk
2010

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sebagai seorang muslim kita wajib mengetahui ajaran, kewajiban serta hukum yang ada dalam kitab suci kita yaitu Al – Qur’an. Selain itu kita juga diwajibkan untuk mempelajarinya, karena ayat al-Qur’an adalah merupakan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, yang didalamnya juga banyak terdapat pengetahuan untuk mencapai derajat yang tinggi, baik dihadapan Allah ataupun manusia. Sehingga dengan mempelajari pedoman tersebut kita akan terjaga dari hal-hal yang bersifat negatif dan juga bisa melakukan tips-tips untuk melakukan hal-hal yang positif baik itu dalam bekerja, mencari ilmu, beribadah dengan baik ataupun yang lain.

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi haal?
2. Apa syarat-syarat haal?
3. Apa definisi dari tamyiz?
4. Apa saja macam tamyiz dzat?
5. Apa definisi dan macam-macam tamyiz misbat?

C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui definisi haal?
2. Untuk mengetahui syarat-syarat haal?
3. Untuk mengetahui definisi dari tamyiz?
4. Untuk mengetahui macam-macam tamyiz dzat?
5. Untuk mengetahui definisi dan macam-macam tamyiz misbat?


BAB II
PEMBAHASAN
HAAL DAN TAMYIZ

1. Haal (Keterangan Keadaaan)
a. Definisi Haal
Haal adalah isim yang dibaca nashab, yang menjelaskan keadaan fa’il atau maf’ul, atau keduanya yang belum jelas.
Contoh yang Menerangkan Fa’il

Kata dalam kalimat di atas dibaca nashab karena menjadi haal atau menerangkan keadaan fa’il (Zaid) ketika datang.
Contoh yang menerangkan maf’ul

Kata dalam kalimat diatas dibaca nashab karena berkedudukan menjadi haal, yakni menerangkan keadaan maf’ul, yaitu kata .
b. Syarat-Syarat Haal.
1. Terdiri dari isim nakiroh
Apabila ada hal terdiri dari isim ma’rifat maka harus ditakwilkan nakiroh. Contoh:

Kata dalam kalimat diatas dibaca nashab menjadi haal, karena isim ma’rifat, maka harus ditakwil nakiroh.
Takwilannya adalah:

2. Terdiri dari Isim Musytaq
Apabila ada haal terdiri dari isim jamid, maka harus ditakwil musytaq.
Contoh:
Kata adalah isim jamid. Dalam kalimat diatas dibaca nashab menjadi haal. Karena tidak memenuhi ketentuan, maka harus ditakwil musytaq, menjadi:

3. Jatuh sesudah kalimat yang sempurna.
Contoh:

2. Tamyiz
a. Definisi Tamyiz
Tamyiz adalah manshub yang berfungsi menjelaskan dzat yang samar. Dalam kitab ‘imrithi dijelaskan bahwa tamyiz adalah isim yang di nashabkan dan menjelaskan keglobalan nisbat atau keglobalan dzat jenis tertentu.
b. Tamyiz Dzat
Dzat yang masih mubham (samar), yang perlu diberi tamyiz ada empat, yaitu:
1. Adad (Bilangan)
Contoh:
Kata dalam kalimat diatas adalah adad. Yang masih perlu penjelasan. Maka di datangkan isim sesudahnya yang disebut tamyiz, yaitu kata

2. Takaran atau Ukuran
Contoh:
Kata menunjukan arti takaran, dan yang disebut tamyiz adalah

3. Serupa Takaran (Timbangan)
Contoh:
Kata menunjukan arti serupa takaran yang juga perlu penjelasan, agar maksud kata tersebut jelas maka diperlukan tamyiz, yaitu kata
c. Tamyiz Nisbat
Adalah tamyiz yang menjelaskan ketidakjelasan. Ada kalanya muhawwal (pindah dari sesuatu) dan adakalanya ghoiru muhawwal (tidak pindah dari apapun).
Tamyiz nisbat yang muhawwal (pindahan) itu adakalanya pindahan dari:
1. Fa’il
Contoh:
Kata dalam kalimat di atas adalah dibaca rofa’, yang berkedudukan sebagai fa’il, kemudian dipindah (diubah) menjadi tamyiz.
2. Maf’ul
Contoh:
Kata dalam contoh di atas adalah maf’ul bih kemudian dipindah (diubah) menjadi tamyiz.
3. Selain Fa’il dan Maf’ul
Contoh:
Kata dalam kalimat diatas berkedudukan sebagai tamyiz, pindahan dari mubtada’.
Contoh tamyiz yang tidak berasal dari apapun (bukan pindahan) dari sesuatu adalah:

BABIII
KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Haal adalah isim manshub yang memberikan keterangan keadaan yang samar (keterangan keadaan).`
2. Tamyiz adalah isim manshub yang berfungsi untuk menjelaskan dzat yang samar.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More